Senin, 25 Juni 2007

Kisah Lucu dan Tragis Pada Cinta Pertama (part2)

Akhirnya hari yang aku tunggu-tunggu datang juga padaku, hari itu saat aku pulang sekolah aku bertemu dengan dia ditempat biasa aku bertemu dengan dia, sudah lama aku tidak berjumpa dengannya sejak kejadiaan saat itu, rasanya senang sekali bisa melihatnya lagi, dia menghampiriku dan mengajaku untuk menemani dia kesuatu tempat saat itu aku sangat menanam perasaanku aku tak mau terlalu berharap karna aku takut semua terjadi tidak seperti yang aku harapkan, kuambil keputusan untuk ikut dengannya dan bersama dua temannya yang kebetulan salah satunya adalah kakak kelas aku waktu smp.
sesampai di tempat tujuan aku sangat terkejut karena ternyata dia mengajak aku makan, bukannya senang, rasa takut dan khawatir yang aku rasakan karena aku tidak bawa uang dan tidak tahu kalau akan diajak untuk makan-makan, saat itu aku hanya mengantungi uang sebesar 1.500 Rupiah, saat makanan diantar oleh pelayannya yang sebelumnya sudah dipesan olehnya dan teman-temannya, rasa nafsu makanku tiba-tiba lenyap karna rasa takut dan khawatir itu slalu menghantui, sampai akhirnya dia berkata padaku "kok, makannya sedikit sich ga suka yach sama menunya" dan aku jawab "ga kok, ga pa-pa" lalu dia berkata lagi "pokoknya harus di habisi yach kan kamu pasti cape habis sekolah tadi biar ga sakit" mendengar perhatiannya itu jantungku langsung berdegup kencang seperti ada yang menari kesenangan didadaku, ditengah-tengah makan malam itu tiba-tiba dia mengajakku untuk keluar sebentar aku hanya bisa menurutinya tanpa berkata apapun, sesampai diluar didalam suasana yang temaram dia bertanya padaku "apakah rasa cinta untukku masih ada dihatimu" dengan hati yang berdebar-debar aku beranikan diri untuk menjawab "sampai saat ini rasa itu masih aku simpan dihatiku untuk mu, memang kenapa kamu tanyakan itu" lalu dia menjawab "karena apa yang kamu rasakan itu sama dengan apa yang aku rasakan" tiba-tiba kesenangan mewarnai hatiku dunia terasa indah saat itu, lalu aku tanya dia lagi "apa kamu mau menjadi kekasihku" dan dia manjawab "yach, aku mau karena aku sayang kamu" lalu dia mencium pipi kananku lalu menggenggam tanganku lalu mengajakku untuk bergabung kembali bersama teman-temannya.
Ternyata semua itu telah direncanakan untukku, saat aku tiba didalam teman-temannya melihat dia merangkul tanganku langsung mengucapkan selamat atas jadinya cintaku dengan dia aku tersipu malu, disela-sela kesenanganku aku masih teringat akan satu hal yaitu tentang rasa maluku karena aku tak bawa uang, dan saatnya telah tiba kita semua sepakat untuk pulang aku bingung harus bagaimana, sepertinya temannya yang juga kakak kelasku itu membaca perasaanku mungkin dia tahu isi kantungku saat ini, lalu dia langsung memanggil pelayan dan menanyakan berapa yang harus dibayarnya, dan langsung berkata kepada kita "kali ini aku yang teraktir yach, karena kebetulan hari ini aku ulang tahun" wah kami langsung mengucapkan untuknya, selain itu didalam hatiku mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepadanya.
Lalu aku pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan, rasa tak percaya sekarang dihatiku tertanam seseorang yang selama ini kutunggu, setelah itu hari-hari indah aku lewati dengannya berdua sampai akhirnya perpisahan membelah, merobek serta menghancurkan hatiku, dengan segala perbedaan antara aku dan dia akhirnya dia menyatakan untuk berjalan masing-masing, dan dia mengakui bahwa dia telah menemukan seseorang yang dia rasa lebih cocok dengannya, aku hanya bisa diam dan membisu saat itu hancur rasanya hati ini, hari itu aku lewati dengan hati yang penuh kekecewaan.
Hingga saatnya aku menyadari bahwa ini semua memang akan terjadi dan memang sudah terjadi dimana saatnya ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan dimana ada kebahagiaan pasti ada kesedihan, lalu kubangun lagi puing-puing hatiku untuk kuserahkan kembali kepada seseorang yang akan mengisi kehidupanku nanti, walaupun kadang aku masih mengenang kepedihannku satu yang takkan bisa kulupakan, saat pertama jadian lalu makan-makan tapi ga punya uang.

Jumat, 15 Juni 2007

Kisah Lucu dan Tragis Pada Cinta Pertama (part1)

Saat aku pulang sekolah seperti biasanya aku selalu kumpul-kumpul bersama teman-teman sebelum aku pulang kerumah, saat itu aku bertemu teman aku yang kebetulan lain sekolah, dia sedang asik ngobrol dengan temannya (wanita yg akhirnya menjadi pacar pertamaku) lalu aku sapa temanku itu, dan dia langsung mengenalkan temannya kepada aku, pada awal bertemunya aku dengan dia biasa saja tidak ada yang istimewa karna memang aku belum punya niat/keberanian untuk mengenal jauh tentang wanita padahal aku akui dia itu cantik, setelah itu aku langsung berkumpul bersama teman2 yang lain dan lalu pulang.

Esok harinya, aku bertemu lagi dengan temanku dirumahnya untuk pergi kesekolah sama-sama walaupun sekolahnya berbeda tempat tapi satu jurusan, lalu temanku membicarakan tentang temannya yang kemarin dikenalkan ke aku, dia bilang bahwa temannya itu masih belum punya pacar secara tiba-tiba dia langsung menanyakan ke aku apakah aku tertarik pada temannya itu, lalu aku jawab "gw ga tau, lagian apa dia mau sama gw?" lalu dia meyakinkan aku bahwa dia pasti mau sama aku, lalu diasaat kita berpisah dijalan dia bilang pada aku kalo nanti dia bertemu dengan temannya dia akan sampaikan salam dari aku, rasanya ingin menolak tetapi aku ga bisa bilang apa-apa yang ada hanya rasa gelisah dan takut dipermalukan karna aku yakin dia ga akan suka sama aku.

Pada saat aku pulang sekolah aku sengaja tidak berkumpul sama teman-teman dari sekolah aku langsung pulang kerumah, karena rasa gelisah dan takut itu masih saja menghantui perasaanku, memang pada saat itu aku adalah orang yang sangat pemalu terhadap wanita, maklum jalan pemikiranku masih senang bermain, lalu aku ketemu dengan temanku ditempat biasa aku kumpul sama teman-teman rumah lalu ia bertanya kemana tadi waktu pulang sekolah kenapa aku ga berkumpul bersama mereka untuk pulang sama-sama, lalu ia menyampaikan salam dari temannya, rasanya hati ini ga percaya kalo dia akan mengirim balik salamnya untuk ku, aku hanya tersipu-sipu malu dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan itu, saat dirumah aku merasa ada yang beda dihati aku sepertinya hatiku mulai digerogoti sedikit demi sedikit oleh perasaan cinta, tetapi aku terus mencoba meyakinkan diriku bahwa salam darinya itu hanyalah sebuah tanda persahabatan.

Hari terus berlalu dan rutinitas pun terus berlalu seperti biasa, sampai akhirnya aku bertemu langsung sama si dia (wanita yg akhirnya menjadi pacar pertamaku) secara tidak sengaja, saat itu aku bertegur sapa dan berbincang-bincang panjang lebar, dan itu berlaku sampai akhirnya hubungan persahabatanku semakin dekat dengannya dan aku merasakan bahwa ternyata dia telah meluluhkan hatiku.

Setiap hari rasanya ingin sekali selalu bertemu dengannya, dan aku hanya berharap smoga apa yang kurasakan sama dengan apa yang ia rasakan, di tengah-tengah indahnya hatiku tiba-tiba ada badai yang melanda dihatiku, ternyata teman yang mengenalkan aku dengan si dia merasa tidak suka melihatku dengan dia walaupun didepanku dia menunjukan sikap setuju tapi dibelakangku dia bersikap lain bahkan ia merencanakan akan menggagalkan usahaku untuk mendapatkannya dengan maksud kalau dia ga bisa mendapatkan wanita itu berarti aku juga tidak akan pernah mendapatkannya, tetapi aku tetap optimis dengan jalanku yang sedang aku lalui karna aku yakin siapa yang mempunyai niat baik pasti akan selalu diberi jalan. Sampai akhirnya temanku datang kerumahku untuk meminta maaf atas apa yang selama ini dia pendam, dia bilang padaku bahwa ternyata dia juga mencintai wanita yang sama dan meminta ijin padaku untuk menyatakan perasaannya pada wanita itu dengan alasan dia yang pertama kali kenal dengannya, secara tidak langsung ia memintaku untuk mengurungkan niatku untuk mendekati wanita itu, akhirnya aku coba sabar walaupun hatiku penuh dilanda emosi dan bilang padanya "sudahlah gw ma lo dah berteman dari kecil, jika lo mo maju duluan silahkan gw rela jika dia jadi milik lo asalkan dia juga berperasaan yg sama dengan lo" dan dia menjawab "makasih lo mang temen gw yg paling baik, jika gw ditolak sama dia gw harap lo yang harus memiliki dia setidaknya diantara kita ada yang mendapatkan dia" aku hanya tersenyum kecil mendengarnya walau pun aku sudah tau niat jelek yang dia rencanakan untukku.

Hari masih terus berlalu dan aku masih sering berjumpa dengan wanita itu, aku slalu berusaha agar tetap bersikap seperti biasanya walaupun dihatiku merasa cemas akan takut kehilangan dia, sampai akhirnya ku beranikan diri untuk bertanya masalah apa yang temanku rasakan terhadapnya dan dia menjawab pertanyaanku "memang aku suka sama dia... (jantungku berdegup kencang mendengarnya)" lalu ia melanjutkan bicara "tapi hanya sebagai teman saja" kuambil nafas panjang lalu kehempaskan betapa leganya perasaan ini.

Disela kesenangan dihati ini terlintas rasa ingin mengungkapkan perasaanku padanya, kembali ku kuatkan keberanianku, dengan hati bergetar perlahan ku ungkapkan perasaanku padanya dan ternyata apa yang kurasakan sama seperti apa yang dia rasakan, tapi dia menunda untuk menjalani hubungan ini dengan alasan bahwa dia baru saja berpisah dengan orang yang pernah dia cintai, aku tidak bisa memaksanya walaupun rasa ingin memilikinya sangat besar di hatiku tetapi setidaknya aku sudah tenang walaupun masih ada kemungkinan kehilangan dirinya, aku sudah mengurangi beban yang ada dihatiku, dan dengan sabar aku slalu menunggunya untuk datang dihatiku.

to be continue...

Senin, 11 Juni 2007

Arti Sebuah Cinta

Cinta adalah sesuatu yang sangat berarti di dunia, tapi terkadang aku bingung mengartikan cinta, cinta memang indah bahkan membuat hati bahagia tetapi terkadang cinta juga dapat menimbulkan rasa sakit yang dalam, kadang cinta dapat membuat keadaan menjadi damai tetapi kadang pula ia dapat menimbulkan perseteruan, bahkan juga cinta dapat mempersatukan manusia tetapi ia juga yang dapat memecah belah tali persaudaraan.
Banyak orang mengartikan cinta sebagai sesuatu yang di agungkan apakah memang harus seperti itu?
Kadang aku mengartikan cinta sebagai rasa kasih sayang yang tulus dari hati, tetapi kadang juga aku mengartikan cinta itu sebagai luapan hasrat yang kadang membuat manusia menjadi lupa diri akan aturan yang berlaku didunia ini, bahkan kadang aku mengartikan cinta sebagai sesuatu yang mengikat langkahku.
Pernah aku mendapatkan cinta yang aku rasa itu sangat tulus dari seseorang tetapi yang ku dapat ternyata cinta itu hanya hasrat sekejap yang datang lalu hilang, kadang aku bertanya apakah di jaman seperti ini masih ada cinta yang tulus, yang penuh dengan kesetian, yang tidak melihat status seseorang, harta, bahkan gelar seseorang.
Memang ku akui sulit mencari cinta yang benar-benar tulus, tetapi bagaimanapun cinta yang tulus akan datang dari hati nurani kita sendiri, tergantung kemana kita akan membawa cinta itu.
Dan saat ini aku memiliki cinta yang sangat tulus didalam lubuk hatiku, dan aku pun berharap semoga apa yang aku rasa sama dengan yang dia rasakan, dan semoga cinta yang tulus ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti di kehidupan aku dengan dia dan semoga tuhan selalu mempersatukan cinta ini selamanya.

Kamis, 07 Juni 2007

Kesenangan dan Kesedihan

Kesenangan adalah kesedihan yang tersembunyi dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri yang seringkali kau penuhi dengan air mata
Bagaimana tidak?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang pernah menjadi kebahagiaanmu
Di antaramu ada yang berkata, "Kesenangan lebih besar dari kesedihan", dan yang lain berkata, "Bukan, kesedihanlah yang lebih besar".
Tapi ku katakan padamu, keduanya tak terpisahkan, bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu di tempat tidur.
Sesungguhnya engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan dan kesenanganmu.
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap dan seimbang.